Kenaikan BBM yang baru beberapa hari berjalan ini nampaknya membuat banyak pihak elemen masyarakat menjadi phobia dan cenderung mengutuk kebijakan ini.
Padahal kebijakan ini merupakan hasil dari pilihan yang ibarat buah Simalakama. Jika diberlakukan maka harga barang-barang otomatis akan naik, dan berbagai dampak lainnya. Namun jika tidak diberlakukan maka dampaknya akan lebih parah.
Parah karena APBN Indonesia akan terkuras habis hanya karena harus mensubsidi BBM. Padahal banyak pos alokasi lain, terutama pendidikan yang harus dibiayai Pemerintah menggunakan APBN.
Nah, sebagai rakyat Indonesia sebaiknya kita tidak lagi membicarakan bagaimana cara menurunkan harga BBM karena memang seharusnya harga BBM agar sama seperti harga dunia adalah Rp 9.000,- dan bukan Rp 6.000,-
Yang harus kita lakukan sekarang adalah:
1. Mengkalkulasi ulang anggaran belanja bulanan
2. Bersikap ikhlas dan selalu berfikir positif
3. Jangan boros!
Recent comments
21 hours 40 min ago