Bagi kaum muda seperti kita yang memasuki usia produktif di era 2000 ini tentunya banyak yang samar-samar untuk memahami arti pentingnya memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Mengapa begitu? Karena kumandang MTV dan berbagai produk globalisasi lainnya sudah merangsek masuk ke dalam jiwa sanubari muda-mudi kita.
Padahal, tanpa adanya rasa nasionalisme maka negara dan bangsa ini dijamin tidak akan berdiri lama! Bayangkan saja, walaupun muda-mudi kita bergaya Harujuku, nongkrong di Starbuck, pake celana jeans, dan selalu cas cis cus berbahasa Inggris, namun tetap saja orang Amerika bakal bilang "eh lu khan orang Indonesia, ya selamanya orang Indonesia". Pas ditanya Pancasila itu apa, eh malah ga tau. Payah.
Apa gak malu ya kita-kita yang sok berbudaya Barat tetap selamanya tidak akan bisa dianggap sebagai orang Barat. Kenapa? Karena ya dari warna kulit hingga kalo ditarik garis keturunan tetap saja orang Indonesia.
Maka dari itu, daripada beridentitas sok Barat lebih baik kita tingkatkan rasa Nasionalisme kita. Caranya mudah, semua yang positif dari budaya bangsa lain kita jadikan modal tambahan untuk memajukan bangsa kita sendiri. Jika bangsa kita maju niscaya bangsa lain akan menghormati kita di dalam identitas kita yang sebenarnya.
Lihat Jepang, walaupun mereka sering dibilang copycat Amerika dan lain-lain namun mereka selalu berusaha manjadikan unsur-unsur Barat tersebut menjadi bercirikan Jepang. Lihatlah Amerika Serikat, mereka sangat bangga dengan yang namanya Pretzel, makanan tradisional Amerika (walaupun aslinya dari Eropa).
Jadi, kenapa kita harus malu punya bangsa yang besar ini? Mari kita mulai dari hal kecil. Misalnya pas ke luar negeri berbanggalah bilang "I am Indonesian". Oleh karena itu di Hari Kebangkitan Nasional ini, marilah kita tingkatkan rasa kebangsaan kita, sebab kalau bukan kita sebagai anak muda bangsa, siapa lagi yang akan meneruskan perjuangan dan pembangunan bangsa ini menjadi bangsa yang lebih maju!
Recent comments
21 hours 40 min ago